Sponsor link

Blogger news

free counters

Pembibitan dan Pembenihan Melon

Tanaman melon yang sehat dengan produksi tinggi hanya akan diperolah jika pembibitan dan pembenihan melon dilakukan secara tepat sejak awal. Karena itulah, seleksi awal mutlak dilakukan.

Seleksi biasa dilakukan dengan merendam benih melon di dalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.

Pembenihan melon biasa dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. Pada fase ini tanaman melon memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah.

Pada fase ini apabila tanaman melon dalam kondisi sehat maka jaring-jaring pada buah melon muncul secara merata. Untuk mendukung pertumbuhan generatif, tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali.

Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter.

Untuk pengadaan benih secara vegetatif atau kultur jaringan, pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0,04 mg/liter, myoinositol 100 mg/liter, surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan.

Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter, pH media dibuat 5,7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0,1 N. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17,5 psi, suhu 120 derajat C selama 30 menit. Tanaman melon yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji.

Cara penyimpanan benih melon juga memiliki pengaruh terhadap keberhasilan budidaya. Benih melon harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari, karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari, air hujan, dan serangan hama maupun penyakit. Alas rumah pembibitan, tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah.

Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian, perendaman, serta pemeraman benih.

Blogger templates

Labels

Semangka Manggis Melon Anggur Budidaya Bengkuang Jambu Biji budidaya manggis Sirsak Strawbery budidaya semangka Buah Naga Rambutan budidaya anggur budidaya jambu biji budidaya melon budidaya rambutan budidaya sirsak Belimbing Durian Mangga Pepaya bengkoang budidaya budidaya strawberry kandungan buah sirsak pemeliharaan pemupukan Apel Hama Jeruk Kelengkeng Khasiat Buah Matoa Nanas Privacy Policy benih betina buah buah hias buah plum mencegah osteoporosis budidaya anggur organik budidaya apel budidaya belimbing dalam pot budidaya belimbing manis budidaya buah naga budidaya buah naga dalam pot budidaya durian budidaya jeruk budidaya kelengkeng budidaya mangga budidaya strawbery busuk buah busuk daun busuk leher california cara membuat rambatan cara mengendalikan lalat buah cara pembibitan jambu biji drum bekas hama dan penyakit hama dan penyakit tanaman mangga hama tanaman manggis hama tanaman semangka iklim yang pas untuk budidaya sirsak jenis-jenis pepaya jenis-jenis semangka lahan budidaya manggis lahan dan media tanam melon lahan yang baik untuk budidaya melon layu bakteri layu fusarium manfaat bengkoang manfaat buah sirsak manfaat dan sentra tanaman durian mangga probolingo media tanam anggur media tanam buah naga membasmi penyakit tanaman semangka memelihara rambutan menanam buah naga di pot mengatasi penyakit tanaman semangka mengenal durian mengenal matoa menyiapkan lahan untuk bengkoang panen panen bengkuang pascapanen pedoman teknis budidaya pemangkasan pembenihan semangka pembibitan dan pembenihan manggis pembibitan dan pembenihan manggis buah naga pembibitan dan pembenihan melon pembibitan nanas pembibitan semangka pembibitan strawberry pemeliharaan apel pemeliharaan persemaian jambu biji pemeliharaan tanaman manggis pemupukan awal semangka pemupukan buah naga pemupukan lanjutan penanaman penanaman bengkuang penanaman manggis pengendalian hama semangka penyakit tanaman manggis penyakit tanaman semangka penyemaian penyemaian benih jambu biji penyemaian benih melon penyemaian benih semangka penyiapan benih penyiapan lahan buah naga penyiraman pepaya jantan perawatan pupuk organik rambutan binjai sejarah anggur sejarah bengkoang sejarah durian sejarah jambu biji sejarah melon sejarah sirsak sekilas strawbery semangka hibryda semangka lokal sentra tanaman anggur sentra tanaman melon di Indonesia sepintas tentang rambutan sumber benih melon syarat iklim jambu biji syarat tumbuh strawberry tanaman sirsak teknik budidaya strawberry teknik penanaman teknik penanaman apel teknik penyemaian benih manggis tiang panjatan buah naga

Didukung Oleh